Rabu, 06 November 2019

KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK

                                              
                                              KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK
A. PENGERTIAN KELOMPOK

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sma lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain,dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah keluarga,kelompok diskusi,kelompok pemecahan masalahan,atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.
B.. MANFAAT KEGIATAN KELOMPOK

Kegiatan kelompok di gunakan untuk saling bertukar informasi,menambah pengetahuan,memperteguh dan mengubah sikap dan prilaku.kelompok menjadi kerangka rujukan dalam berkomunikasi untuk membentuk dan melaksanakan suatu kegiatan.berikut ini adalah manfaat dari kegiatan kelompok :

- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
C. KLASIFIKASI KELOMPOK 
1. Kelompok primer dan skunder
kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab,personal dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama.
Sedangkan
kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh hati kita.
kelompok
ini di bedakan berdasarkan karakteristik komunikasinya,
sebagai
berikut :
-kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan luas
Dalam artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (prilaku yang kita tampak kan dalam suasana privat saja).
Luas artinya,sedikit sekali kendala yang menentukan tantangan dan cara berkomunikasi.
Sedangkan pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas
-  komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi,sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya
.
2. KELOMPOK KEANGGOTAAN DAN KELOMPOK RUJUKAN
Theodore Newcomb(1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika menggunakan kelompok tertentu sebagai teladan sebagai mana seharusnya bersikap , kelompok itu menjadi kelompok rujukan positif, dan jika menggunakan sebagai teladan bagaimana seharusnya tidak bersikap,kelompok tertentu tersebut menjadi kelompok rujukan negatif. Kelompok yang terkait dengan kita secara nominal adalah kelompok rujukan kita,sedangkan yang memberikan kepada identitas psikologis adalah kelompok rujukan. Kelompok rujukan akan mempengeruhi prilaku manusia,termaksud prilaku dalam berkomunikasi.
3. KELOMPOK DESKRIPTIF DAN KELOMPOK PRESKRIPTIF
John F. Cragan dan David w. Wright (1980) membangi kempok menjadi dua yaitu :
Deskriptif dan Preskriptif. Deskriptif  menunjukan klasifikasi kelompok dengan menlihat proses membentuknya secara alamiah,sedangkan kategori Preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut langkah-langkah rasional yang harus di lewati oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuan nya. Kelompok Preskriptif mengacu pada langkah-langkah tujuan kelompok.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok
Angota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: melaksanakan tugas kelompok dan memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama di ukur dari hasil kerja kelompok disebut prestasi
(performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation) jadi, bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagai informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana angota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok.

1. Faktor situasional karakteristik kelompok meliputi:
a. Ukuran kelompok
b. Jaringan komunikasi

c. Kohesi kelompok
d. Kepemimpinan
2. Faktok fersonal: karakteristik anggota kelompok :
a. Kebutuhan interpersonal
b. Tindak komunikasi

 
E. PENGORGANISASIAN  KEGIATAN  KELOMPOK
Organisasi adalah sekelompok yang terlibat dalam suatu sistem,sekelompok orang berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.Organisasi adalah tempat orang berkumpul dan menyaalurkan pendapat dan mempunyai tujuan yang sama melalui suatu proses penyamaan visi dan misi.
2. MEMPERSIAPKAN TEMPAT
Meliputi :
a. Persiapan ruangan dan perlengkapannya.
b. Persiapan alat tulis,alat bantu visual,materi cetak dalam jumlah yang cukup.
c. Persiapan tempat duduk.
d. Pengeras suara.
e. Melektakkan alat bantu visual pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan.

3. MELAKSANAKAN KEGIATAN KELOMPOK
Kegiatan kelompok yang baik harus memiliki struktur atau kesinambungan. Oleh karna itu,setiap kegiatan kelompok memiliki bagian sebagai berikut :
a. Pembukaan yang efektif
Pembukaan akan menentukan jalan nya presentasi atau diskusi kelompok.pembukaan dapat membuat sukses atau meninggalkan kegiatan tersebut.Pembukaan yang baik akan menarik perhatian peserta,membina hubungan baik dengan peserta,memperkenalkan topik,tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan untuk peserta dan mengantisipasi kelanjutan presesntasi atau diskusi.pada pembukaan kegiatan lakukan pencairan kelompok dengan menggunakan lelucon-lelucon atau pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat para peserta merasa lebih santai.

b. Bagian Utama dari Kegiatan
mencakup informasi-informasi utama yang perlu di berikan selama kegiatan. Bagian ini di organisasikan sebagai sebuah daftar mengenai pokok-pokok utama.setiap pokok ini memliki bukti-bukti yang mendukung seperti fakta-fakta,angka-angka,contoh-contoh,dan rasional-rasional bagi presentasi.selain itu,peragaan,permainan,bermain peran,dan lain-lain.
c. Bagian Penutup
merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan kegiatan.sehingga perlu meringkas atau menyatakan kembali pokok terpenting dan berisikan pertanyaan bersifat menguntungkan dimana menjelaskan kepada para peserta tentang penting nya tema kegiatan bagi para peserta.
4. Mengevaluasi Kegiatan kelompok
Evaluasi adalah bagian penting dalam sebuah proses komunikasi. Yang penting mengevaluasi kegiatan kelompok adalah waktu melakukan nya dan bagaimana melakukan nya.
 
G.  MEMBANGUN KELOMPOK


Pengertian Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi.

H.  STRATEGI MENGHADAPI KELOMPOK PESERTA YSNG KURANG MENDUKUNG KELANCARAN KEGIATAN.

1. Tipe pasif
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2. Tipe Agresif
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
 I.   PERAN  BIDAN S EBAGAI  KOMUNIKATOR  DALAM  KOMUNIKASI  KEBIDANAN  YANG   MENCERMINKAN  DALAM  DAYA  KASIH  KRISTUS.
kebidanan merupakan bentuk pelayanan profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu,keluarga,masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan,khusus nya pelayanan kebidanan.Dalam  memberikan  pelayanan kebidanan ini, peranan komunikasi antara bidan dengan klien sangat menentukan keberhasilannya dan mutu pelayanan yang diberikan.
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses
penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan yang mencerminkan dalam daya kasih kristus  sebagai berikut :
1.Sebagai penyampai pesan,seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan di sampaikan sebaik-baiknya dan mudah di mengerti oleh klien,sesuai dengan latar belakang dan kondisi.
2. Pesan yang telah di siapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan  klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun non verbal. Sikap,penampilan, dan ekspresi klien harus mencerminkan rela membantu tanpa pamrih.
3. Jika pesan yang akan di sampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis klien, dan pesan itu harus di sampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien sehingga klien betul-betul siap menerima keadaan yang paling buruk.
4. Setiap menyampaikan pesan,perlu di perhatikan psikologi klien, jangan sampai pesan yang bersifat rahasia di sampaikan di hadapan klien lain nya.


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar