KOMUNIKASI
INTERPERSONAL
Defenisi
komunikasi interpersonal menurut para ahli
1. Liliweri,
2007
Komunikasi
interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua atau tiga orang dengan
jarak fisik diantara mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia
dengan sifat umpan balik yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat
khusus serta memiliki tujuan / maksud komunikasi tidak berstruktur.
2. Depkes
RI, 2002
Komunikasi
interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar
manusia ( Individu ) secara tatap muka ( Face to face ), individu dengan
individu ( person to person ), verbal – non verbal.
3. Saraswati
dan Tarigan ( 2002 )
Komunikasi
interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal.
Tujuan
komunikasi interpersonal
1.
Mengungkapkan perhatian pada orang lain
2. Menemukan
diri sendiri
3. Menemukan
dunia luar
4. Membangun
dan memelihara hubungan yang harmonis
5.
Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
6.
Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi
7.
Memberikan bantuan
Faktor
penghambat komunikasi interpersonal
a. faktor
individual
Orientasi
cultural ( keterikatan budaya ) merupakan faktor individual yang dibawa
seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :
•Faktor fisik
– kepekaan panca indera, usia, gender
•Sudut
pandang – nilai – nilai
•Faktor
sosial – sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat,
status sosial, peran sosial
•Bahasa
b. Faktor –
faktor yang berhubungan dengan interaksi
•Tujuan dan
harapan terhadap komunikasi
•Sikap
terhadap interaksi
•Pembawaan
diri seorang terhadap orang lain ( seperti kehangatan, perhatian, dan dukungan
)
•Sejarah
hubungan
c. Faktor
situasional
Percakapan
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan
dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar
lalu lintas.
d.
Kompetensi dalam melakukan percakapan
Agar
efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak.
Keadaaa
yang dapat
menyebabkan putusnya komunikasi adalah :
Kegagalan
menyampaikan informasi penting
Perpindahan
topik bicara yang tidak lancer
Salah
pengertian.
Pengaruh
pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1. Pemahaman
diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah
persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin
anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.
2. Pemahaman
diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan
saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.
3. Alasan
lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan
berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari
kliennya
Atraksi
dalam komunikasi interpersonal
Atraksi
interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik
seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang
umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita. Adapun
faktor – faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang dengan orang lain adalah
:
1. Faktor –
faktor personal
•Kesamaan
karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider
mengemukakan bahwa orang cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang
disukai.
•Tekanan
emosional ( stress )
•Harga diri
yang rendah
•Isolasi
sosial
2. Faktor –
faktor situasional
•Daya tarik
fisik
•Ganjaran (
reward )
•Familiarity
•Kedekatan (
closeness )
•Kemampuan
Dalam
hubungan dengan atraksi interpersonal ini ada 4 ( empat ) teori “ liking “ yang
menjelaskan :
1.
Reinforcement theory menjelaskan
bahwa seseorang menykai orang lain adalah sebagai hasil belajar.
2. Equity
theory menyatakan
bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan
antara harga ( cost ) yang dikeluarkan dengan ganjaran ( reward ) yang
diperoleh.
3. Exchange
theory berpendapat
bahwa interaksi sosial di ibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal
pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih
disukai.
4. Gain –
loss theory berpendapat
bahwa orang cenderung lebih menyukai orang – orang yang menguntungkan bagi kita
dan kurang tertarik pada orang – orang yang merugikan kita.
Hubungan
interpersonal
Hakikat dari
hubungan interpersonal adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan
hanya
menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal.
Jadi, kita
bukan sekedar menentukan isi tetapi juga relationship. Pandangan ini
merupakan
hal baru dan untuk menunjukan hubungan pesan komunikan ini disebut
sebagai
metakomunikasi. Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan
pesan ( baik
verbal maupun non verbal ) secara timbal balik terjadi, dan hal ini
dinamakan
komunikasi interpersonal.
Komunikasi
kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial.
Media massa
adalah media yang digunakan untuk komunikasi massal. Disebut demikian karena
sifatnya yang massal misalnya : pers, radio, film, dan televisi.
1.Pers
Pers dalam
arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditunjukan untuk publik /
umum
tertentu, termasuk juga buku, pamflet, brosur, juga sebagainya. Kelemahan pers
yang pertama
adalah tidak adanya bunyi ( suara ) yang dapat membantu efektifitas
komunikasi.
Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.
Teknik
membuat konten edukasi kesehatan
Edukasi
Kesehatan adalah kegiatan upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan
perorangan
paling sedikit mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup
bersih dan
sehat dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta, mencegah
timbulnya
kembali penyakit dan memulihkan penyakit.
Kegiatan
Edukasi Langsung
Olah Raga
Sehat
A.Perencanaan
Langkah-langkah
persiapan yang dilakukan antara lain
1. Menyusun
Proposal : Membentuk tim / panitia kegiatan olah raga sehat.
2.
Mendapatkan persetujuan kegiatan
3. Membuat
alternatif format pelaksanaan kegiatan misalnya kerjasama dengan institusi / dinas, kerjasama dengan
penyelenggara acara atau kerjasama dengan organisasi masyarakat
kesehatan.
4. Membuat
kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemberian konsultasi dan
pemeriksaan kesehatan sederhana pada saat kegiatan berlangsung.
5. Melakukan
Koordinasi dan mengundang dengan instansi terkait/kelompok peserta
6.
Menyiapkan Sarana dan Prasarana
7. Membuat
publikasi untuk menyebarluaskan informasi jadwal kegiatan.
8.
Melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan.
B.
Pengorganisasian
1)
Penanggung jawab kegiatan pada level provinsi dimana terdapat kantor Divisi
Regional adalah Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan sedang jika tidak ada maka
Kantor Cabang setempat.
2) Faskes
tingkat Pertama berperan sebagai pemberi pelayanan konsultasi atau pemeriksaan
kesehatan sederhana di lokasi kegiatan.
3) Kerjasama
dengan organisasi kemasyarakatan yang bersifat kesehatan dapat dilaksanakan
untuk mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan.
4) Jika
kegiatan dilakukan oleh penyelenggara acara maka Bidang Manajemen Pelayanan
Kesehatan / Bagian Manajemen Pelayanan Primer berperan sebagai pengawas untuk
memastikan kesesuaian format kegiatan selama kegiatan berlangsung
C. Pelaksanaan
1) Kegiatan
dilaksanakan pada tiap Ibukota Provinsi dan Kota/Kabupaten dengan frekuensi
yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
2) Jenis
kegiatan yang dapat diselenggarakan antara lain: senam sehat, senam
osteoporosis, senam lansia, senam pernafasan, senam diabetisi, dan sebagainya.
3) Tema
penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kantor Pusat (generik) adalah senam
lansia, senam pada hari Diabetes Melitus, senam dalam rangka ulang tahun BPJS
Kesehatan / Pemerintah Provinsi dan Hari Kesehatan Nasional. Untuk senam
program tertentu yang spesifik daerah (muatan lokal) dapat ditentukan
masing-masing.
4) Tempat
penyelenggaraan di dalam atau luar ruang yang tersedia pada instansi, badan
usaha, kantor dinas/pemerintah, lapangan terbuka ataupun pada gelanggang
olahraga di wilayah setempat.
5)
Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah kegiatan.
6) Publikasi
dapat dilakukan untuk mendukung penyebarluasan informasi kegiatan.
D.
Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan memonitor pelaksanaan
kegiatan dengan pengentrian data pada aplikasi pelaporan kegiatan dan membuat
dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Evaluasi kegiatan
dilakukan mereview :
1) Frekuensi
dan jenis kegiatan
2) Jumlah
peserta yang berpartisipasi
3) Materi
edukasi langsung yang disampaikan
Teknik
penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan
elektronik
-Media cetak
Dalam
komunikasi kesehatan, yang dimaksud dengan media cetak menurut Susilowati
(2016) adalah media yang mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari
gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.
Yang
termasuk media cetak di antaranya adalah booklet, leaflet, flyer
(selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik atau tulisan pada surat
kabar atau majalah, poster, tabloid, dan foto yang mengungkapkan informasi
kesehatan.
Media
elektonik
-Media elektonik dalam komunikasi kesehatan adalah
media yang menyediakan cakupan yang sangat luas bagi pesan-pesan komunikasi
kesehatan.
Media elektronik digunakan untuk menyampaikan
informasi kesehatan kepada khalayak luas secara cepat dengan tujuan untuk
menciptakan dan mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Yang
termasuk media elektronik adalah radio, televisi, telegram, short message
service ( SMS ), dan telepon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar