Jumat, 22 November 2019

KOMUNIKASI INTERPERSONAl

                                               KOMUNIKASI INTERPERSONAL


Defenisi komunikasi interpersonal menurut para ahli

1. Liliweri, 2007

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua atau tiga orang dengan jarak fisik diantara mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia dengan sifat umpan balik yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat khusus serta memiliki tujuan / maksud komunikasi tidak berstruktur.

2. Depkes RI, 2002

Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar manusia ( Individu ) secara tatap muka ( Face to face ), individu dengan individu ( person to person ), verbal – non verbal.

3. Saraswati dan Tarigan ( 2002 )

Komunikasi interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal.
 
Tujuan komunikasi interpersonal

1. Mengungkapkan perhatian pada orang lain

2. Menemukan diri sendiri

3. Menemukan dunia luar

4. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis

5. Mempengaruhi sikap dan tingkah laku

6. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi

7. Memberikan bantuan

Faktor penghambat komunikasi interpersonal

a. faktor individual

Orientasi cultural ( keterikatan budaya ) merupakan faktor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :

       Faktor fisik – kepekaan panca indera, usia, gender

Sudut pandang – nilai – nilai

Faktor sosial – sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial

Bahasa

b. Faktor – faktor yang berhubungan dengan interaksi

Tujuan dan harapan terhadap komunikasi

Sikap terhadap interaksi

Pembawaan diri seorang terhadap orang lain ( seperti kehangatan, perhatian, dan dukungan )

Sejarah hubungan

c. Faktor situasional

Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.

d. Kompetensi dalam melakukan percakapan

Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak. Keadaaa

yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :

Kegagalan menyampaikan informasi penting

Perpindahan topik bicara yang tidak lancer

Salah pengertian.

Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal

1. Pemahaman diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.

2. Pemahaman diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.

3. Alasan lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari kliennya

Atraksi dalam komunikasi interpersonal

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang dengan orang lain adalah :

1. Faktor – faktor personal

•Kesamaan karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider mengemukakan bahwa orang cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang disukai.

•Tekanan emosional ( stress )

•Harga diri yang rendah

•Isolasi sosial

2. Faktor – faktor situasional

•Daya tarik fisik

•Ganjaran ( reward )

•Familiarity

•Kedekatan ( closeness )

•Kemampuan

Dalam hubungan dengan atraksi interpersonal ini ada 4 ( empat ) teori “ liking “ yang menjelaskan :

1. Reinforcement theory menjelaskan bahwa seseorang menykai orang lain adalah sebagai hasil belajar.

2. Equity theory menyatakan bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan antara harga ( cost ) yang dikeluarkan dengan ganjaran ( reward ) yang diperoleh.

3. Exchange theory berpendapat bahwa interaksi sosial di ibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih disukai.

4. Gain – loss theory berpendapat bahwa orang cenderung lebih menyukai orang – orang yang menguntungkan bagi kita dan kurang tertarik pada orang – orang yang merugikan kita.


Hubungan interpersonal

Hakikat dari hubungan interpersonal adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan

hanya menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal.

Jadi, kita bukan sekedar menentukan isi tetapi juga relationship. Pandangan ini

merupakan hal baru dan untuk menunjukan hubungan pesan komunikan ini disebut

sebagai metakomunikasi. Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan

pesan ( baik verbal maupun non verbal ) secara timbal balik terjadi, dan hal ini

dinamakan komunikasi interpersonal.

Komunikasi kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial.

Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massal. Disebut demikian karena sifatnya yang massal misalnya : pers, radio, film, dan televisi.

1.Pers

Pers dalam arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditunjukan untuk publik /

umum tertentu, termasuk juga buku, pamflet, brosur, juga sebagainya. Kelemahan pers

yang pertama adalah tidak adanya bunyi ( suara ) yang dapat membantu efektifitas

komunikasi. Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.

Teknik membuat konten edukasi kesehatan

Edukasi Kesehatan adalah kegiatan upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan

perorangan paling sedikit mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup

bersih dan sehat dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta, mencegah

timbulnya kembali penyakit dan memulihkan penyakit.

Kegiatan Edukasi Langsung

Olah Raga Sehat

A.Perencanaan

Langkah-langkah persiapan yang dilakukan antara lain

1. Menyusun Proposal : Membentuk tim / panitia kegiatan olah raga sehat.

2. Mendapatkan persetujuan kegiatan

3. Membuat alternatif format pelaksanaan kegiatan misalnya kerjasama dengan institusi / dinas, kerjasama dengan penyelenggara acara atau kerjasama  dengan organisasi masyarakat kesehatan.

4. Membuat kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemberian konsultasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana pada saat kegiatan berlangsung.

5. Melakukan Koordinasi dan mengundang dengan instansi terkait/kelompok peserta

6. Menyiapkan Sarana dan Prasarana

7. Membuat publikasi untuk menyebarluaskan informasi jadwal kegiatan.

8. Melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan.

B. Pengorganisasian

1) Penanggung jawab kegiatan pada level provinsi dimana terdapat kantor Divisi Regional adalah Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan sedang jika tidak ada maka Kantor Cabang setempat.

2) Faskes tingkat Pertama berperan sebagai pemberi pelayanan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan sederhana di lokasi kegiatan.

3) Kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang bersifat kesehatan dapat dilaksanakan untuk mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan.

4) Jika kegiatan dilakukan oleh penyelenggara acara maka Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan / Bagian Manajemen Pelayanan Primer berperan sebagai pengawas untuk memastikan kesesuaian format kegiatan selama kegiatan berlangsung

C. Pelaksanaan

1) Kegiatan dilaksanakan pada tiap Ibukota Provinsi dan Kota/Kabupaten dengan frekuensi yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

2) Jenis kegiatan yang dapat diselenggarakan antara lain: senam sehat, senam osteoporosis, senam lansia, senam pernafasan, senam diabetisi, dan sebagainya.

3) Tema penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kantor Pusat (generik) adalah senam lansia, senam pada hari Diabetes Melitus, senam dalam rangka ulang tahun BPJS Kesehatan / Pemerintah Provinsi dan Hari Kesehatan Nasional. Untuk senam program tertentu yang spesifik daerah (muatan lokal) dapat ditentukan masing-masing.

4) Tempat penyelenggaraan di dalam atau luar ruang yang tersedia pada instansi, badan usaha, kantor dinas/pemerintah, lapangan terbuka ataupun pada gelanggang olahraga di wilayah setempat.

5) Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah kegiatan.

6) Publikasi dapat dilakukan untuk mendukung penyebarluasan informasi kegiatan.


D. Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan memonitor pelaksanaan kegiatan dengan pengentrian data pada aplikasi pelaporan kegiatan dan membuat dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Evaluasi kegiatan dilakukan mereview :

1) Frekuensi dan jenis kegiatan

2) Jumlah peserta yang berpartisipasi

3) Materi edukasi langsung yang disampaikan

Teknik penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan elektronik

-Media cetak
Dalam komunikasi kesehatan, yang dimaksud dengan media cetak menurut Susilowati (2016) adalah media yang mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.

Yang termasuk media cetak di antaranya adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik atau tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, tabloid, dan foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.
Media elektonik

-Media elektonik dalam komunikasi kesehatan adalah media yang menyediakan cakupan yang sangat luas bagi pesan-pesan komunikasi kesehatan.
Media elektronik digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada khalayak luas secara cepat dengan tujuan untuk menciptakan dan mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, telegram, short message service ( SMS ), dan telepon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar