Mekanisme Pada Sistem Pernafasan
Udara masuk melalui hidung dari hidung dialirkan ke faring lalu dari faring dialirkan ke laring lalu dari laring dialirkan ke trakea lalu dari trakea dialirkan ke bronkus dari bronkus dialirkan ke bronkiolus lalu ke alveolus di alveolus terjadi pertukaran karbondioksida dengan oksigen karbon dioksida akan dibawa keluar tubuh melalui alveolus lalu ke bronkus dialirkan ke bronkiolus lalu ke trakea kemudia ke laring llau ke faring lalu dikeluarkan melalui mulut atau hidung.
KOMUNIKASI
Sabtu, 23 November 2019
SISTEM PENCERNAAN
Organ pada sitem pencernaan pada manusia:
*Gigi
gigi terletak dalam alveolus dentis os mandibularis dan maksilaris, di ujung gigi terdapat foramen apikalis tempat ke kanalis akar gigi, akar gigi ditutupi oleh semen yang berhubungan dengan alveolus dentis melalui membran periodantelis.
*Lidah
Lidah dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1. Pangkal Lidah (radik lingua)
2. Panggal Lidah (dorsum lingua)
pada panggal lidah terdapat bintik-bintik kecil sebagai pengecap rasa:
1. Papilla Filiformis berada di permukaan lidah
2. Papilla Fungiformis berada di tepi lidah bagian apeks
3. Papilla Sirkumualate berada di depan sulkus terminalis lidah
4. Papilla Foliate berada di tepi samping posterior lidah
3. Ujung lidah (apeks lingua)
*Kelenjar Air Ludah
pada kelenjar air ludah terdapat 2 enzim
1. enzim ptialin/amilase yang berfungsi untuk mencerna tepung
2. enzim lipase lingua yang berfungsi untuk mencerna lemak
kelenjar ludah:
1. kelenjar air ludah bawah rahang atas( kelenjar sub maksilaris)
kelenjar ini berada di bawah rahang atas bagian tengah, salurannya bernama duktus wartoni bermuara pada rongga mulut dekat frenutum lingua)
2. Kelenjar air ludah bawah lidah (sublingua)
kelenjar ini berada dibawah selaput lendir dasar rongga mulut, bermuara di dasar rongga mulut.
3. Kelenjar Parotis
Kelenjar ini berada dibawah bagian depan telinga diantara prosesus mastoid kiri dan kana dekat os mandibula.
Fungsi Saliva:
1. Mekanis : Untuk mencerna saliva dengan makanan agar lunak dan mudah ditelan
2. Kernis : Melarutkan makanan yang kering agar dapat dirasakan
1. Nasofaring(Pars Nasalis) berfungsi untuk menghubungkan hidung dengan faring
2. Orofaring (Pars Oralis) berfungsi untuk menghubungkan rongga mulut dengan faring
3. Laringofaring (Pars Laringis) berfungsi untuk menghubungkan laring dengan faring.
Dinding faring terdiri 3 lapisan:
1. Tunika Musoka
2. Tunika Muskularis
3. Tunika Adventisia
1. Lapisan Selaput Lendir (mukosa)
2. Lapisan Submukosa
3. Lapisan Otot Melingkar (M.Sirkuler)
4. Lapisan Otot Menunjang (M.Longitudinal)
Esofagus berfungsi untuk memberikan pelumas untuk pergerakan makanan.
1. Enzim HCl(Asam Clorida) berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk bersamaan dengan makanan.
2. Enzim Renin berfungsi untuk mengubah kaseinagen menjadi kasein
3. Enzim Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi peptun
1. Enzim Maltosa yang
2. Enzim Laktase yang
3. Enzim Enterokinase
4. Enzim Peptidase
5. Enzim Makrase
pada usus besar terdapat beberapa colon
1. Kolon Asendens
2. Kolon Transverse
3. Kolon Desendens
4. Kolonn Sigmoid
1. Mulut
Pada mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar lidah.*Gigi
gigi terletak dalam alveolus dentis os mandibularis dan maksilaris, di ujung gigi terdapat foramen apikalis tempat ke kanalis akar gigi, akar gigi ditutupi oleh semen yang berhubungan dengan alveolus dentis melalui membran periodantelis.
*Lidah
Lidah dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1. Pangkal Lidah (radik lingua)
2. Panggal Lidah (dorsum lingua)
pada panggal lidah terdapat bintik-bintik kecil sebagai pengecap rasa:
1. Papilla Filiformis berada di permukaan lidah
2. Papilla Fungiformis berada di tepi lidah bagian apeks
3. Papilla Sirkumualate berada di depan sulkus terminalis lidah
4. Papilla Foliate berada di tepi samping posterior lidah
3. Ujung lidah (apeks lingua)
*Kelenjar Air Ludah
pada kelenjar air ludah terdapat 2 enzim
1. enzim ptialin/amilase yang berfungsi untuk mencerna tepung
2. enzim lipase lingua yang berfungsi untuk mencerna lemak
kelenjar ludah:
1. kelenjar air ludah bawah rahang atas( kelenjar sub maksilaris)
kelenjar ini berada di bawah rahang atas bagian tengah, salurannya bernama duktus wartoni bermuara pada rongga mulut dekat frenutum lingua)
2. Kelenjar air ludah bawah lidah (sublingua)
kelenjar ini berada dibawah selaput lendir dasar rongga mulut, bermuara di dasar rongga mulut.
3. Kelenjar Parotis
Kelenjar ini berada dibawah bagian depan telinga diantara prosesus mastoid kiri dan kana dekat os mandibula.
Fungsi Saliva:
1. Mekanis : Untuk mencerna saliva dengan makanan agar lunak dan mudah ditelan
2. Kernis : Melarutkan makanan yang kering agar dapat dirasakan
2. Faring
Faring terbagi menjadi 3, yaitu:1. Nasofaring(Pars Nasalis) berfungsi untuk menghubungkan hidung dengan faring
2. Orofaring (Pars Oralis) berfungsi untuk menghubungkan rongga mulut dengan faring
3. Laringofaring (Pars Laringis) berfungsi untuk menghubungkan laring dengan faring.
Dinding faring terdiri 3 lapisan:
1. Tunika Musoka
2. Tunika Muskularis
3. Tunika Adventisia
3. Esofagus
Lapisan Esofagus terdiri dari:1. Lapisan Selaput Lendir (mukosa)
2. Lapisan Submukosa
3. Lapisan Otot Melingkar (M.Sirkuler)
4. Lapisan Otot Menunjang (M.Longitudinal)
Esofagus berfungsi untuk memberikan pelumas untuk pergerakan makanan.
4. Lambung (Menyerupai Huruf J)
Pada lambung terdapat beberapa enzim, yaitu:1. Enzim HCl(Asam Clorida) berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk bersamaan dengan makanan.
2. Enzim Renin berfungsi untuk mengubah kaseinagen menjadi kasein
3. Enzim Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi peptun
5. Usus Halus (Usus duabelas jari)
usus halus panjangnya kuranglebih 10m.pada usus halus terdapat beberapa enzim yang membatu usus halus dalam melakukan proses pencernaan:
1. Enzim Maltosa yang
2. Enzim Laktase yang
3. Enzim Enterokinase
4. Enzim Peptidase
5. Enzim Makrase
6. Usus Besar
usus besar panjangnya kurang lebih 5-6m.pada usus besar terdapat beberapa colon
1. Kolon Asendens
2. Kolon Transverse
3. Kolon Desendens
4. Kolonn Sigmoid
7. Rektum & Anus
Rektum adalah tempat penyimpanan sisa-sisa makanan yang tidak dapat diserap oleh usus besar lalu ketika rektum sudah penuh akan dibuang melalui anus sebagai feses.Jumat, 22 November 2019
KOMUNIKASI INTERPERSONAl
KOMUNIKASI
INTERPERSONAL
Defenisi
komunikasi interpersonal menurut para ahli
1. Liliweri,
2007
Komunikasi
interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua atau tiga orang dengan
jarak fisik diantara mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia
dengan sifat umpan balik yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat
khusus serta memiliki tujuan / maksud komunikasi tidak berstruktur.
2. Depkes
RI, 2002
Komunikasi
interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar
manusia ( Individu ) secara tatap muka ( Face to face ), individu dengan
individu ( person to person ), verbal – non verbal.
3. Saraswati
dan Tarigan ( 2002 )
Komunikasi
interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal.
Tujuan
komunikasi interpersonal
1.
Mengungkapkan perhatian pada orang lain
2. Menemukan
diri sendiri
3. Menemukan
dunia luar
4. Membangun
dan memelihara hubungan yang harmonis
5.
Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
6.
Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi
7.
Memberikan bantuan
Faktor
penghambat komunikasi interpersonal
a. faktor
individual
Orientasi
cultural ( keterikatan budaya ) merupakan faktor individual yang dibawa
seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :
•Faktor fisik
– kepekaan panca indera, usia, gender
•Sudut
pandang – nilai – nilai
•Faktor
sosial – sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat,
status sosial, peran sosial
•Bahasa
b. Faktor –
faktor yang berhubungan dengan interaksi
•Tujuan dan
harapan terhadap komunikasi
•Sikap
terhadap interaksi
•Pembawaan
diri seorang terhadap orang lain ( seperti kehangatan, perhatian, dan dukungan
)
•Sejarah
hubungan
c. Faktor
situasional
Percakapan
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan
dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar
lalu lintas.
d.
Kompetensi dalam melakukan percakapan
Agar
efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak.
Keadaaa
yang dapat
menyebabkan putusnya komunikasi adalah :
Kegagalan
menyampaikan informasi penting
Perpindahan
topik bicara yang tidak lancer
Salah
pengertian.
Pengaruh
pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1. Pemahaman
diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah
persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin
anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.
2. Pemahaman
diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan
saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.
3. Alasan
lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan
berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari
kliennya
Atraksi
dalam komunikasi interpersonal
Atraksi
interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik
seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang
umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita. Adapun
faktor – faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang dengan orang lain adalah
:
1. Faktor –
faktor personal
•Kesamaan
karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider
mengemukakan bahwa orang cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang
disukai.
•Tekanan
emosional ( stress )
•Harga diri
yang rendah
•Isolasi
sosial
2. Faktor –
faktor situasional
•Daya tarik
fisik
•Ganjaran (
reward )
•Familiarity
•Kedekatan (
closeness )
•Kemampuan
Dalam
hubungan dengan atraksi interpersonal ini ada 4 ( empat ) teori “ liking “ yang
menjelaskan :
1.
Reinforcement theory menjelaskan
bahwa seseorang menykai orang lain adalah sebagai hasil belajar.
2. Equity
theory menyatakan
bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan
antara harga ( cost ) yang dikeluarkan dengan ganjaran ( reward ) yang
diperoleh.
3. Exchange
theory berpendapat
bahwa interaksi sosial di ibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal
pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih
disukai.
4. Gain –
loss theory berpendapat
bahwa orang cenderung lebih menyukai orang – orang yang menguntungkan bagi kita
dan kurang tertarik pada orang – orang yang merugikan kita.
Hubungan
interpersonal
Hakikat dari
hubungan interpersonal adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan
hanya
menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal.
Jadi, kita
bukan sekedar menentukan isi tetapi juga relationship. Pandangan ini
merupakan
hal baru dan untuk menunjukan hubungan pesan komunikan ini disebut
sebagai
metakomunikasi. Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan
pesan ( baik
verbal maupun non verbal ) secara timbal balik terjadi, dan hal ini
dinamakan
komunikasi interpersonal.
Komunikasi
kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial.
Media massa
adalah media yang digunakan untuk komunikasi massal. Disebut demikian karena
sifatnya yang massal misalnya : pers, radio, film, dan televisi.
1.Pers
Pers dalam
arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditunjukan untuk publik /
umum
tertentu, termasuk juga buku, pamflet, brosur, juga sebagainya. Kelemahan pers
yang pertama
adalah tidak adanya bunyi ( suara ) yang dapat membantu efektifitas
komunikasi.
Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.
Teknik
membuat konten edukasi kesehatan
Edukasi
Kesehatan adalah kegiatan upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan
perorangan
paling sedikit mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup
bersih dan
sehat dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta, mencegah
timbulnya
kembali penyakit dan memulihkan penyakit.
Kegiatan
Edukasi Langsung
Olah Raga
Sehat
A.Perencanaan
Langkah-langkah
persiapan yang dilakukan antara lain
1. Menyusun
Proposal : Membentuk tim / panitia kegiatan olah raga sehat.
2.
Mendapatkan persetujuan kegiatan
3. Membuat
alternatif format pelaksanaan kegiatan misalnya kerjasama dengan institusi / dinas, kerjasama dengan
penyelenggara acara atau kerjasama dengan organisasi masyarakat
kesehatan.
4. Membuat
kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemberian konsultasi dan
pemeriksaan kesehatan sederhana pada saat kegiatan berlangsung.
5. Melakukan
Koordinasi dan mengundang dengan instansi terkait/kelompok peserta
6.
Menyiapkan Sarana dan Prasarana
7. Membuat
publikasi untuk menyebarluaskan informasi jadwal kegiatan.
8.
Melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan.
B.
Pengorganisasian
1)
Penanggung jawab kegiatan pada level provinsi dimana terdapat kantor Divisi
Regional adalah Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan sedang jika tidak ada maka
Kantor Cabang setempat.
2) Faskes
tingkat Pertama berperan sebagai pemberi pelayanan konsultasi atau pemeriksaan
kesehatan sederhana di lokasi kegiatan.
3) Kerjasama
dengan organisasi kemasyarakatan yang bersifat kesehatan dapat dilaksanakan
untuk mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan.
4) Jika
kegiatan dilakukan oleh penyelenggara acara maka Bidang Manajemen Pelayanan
Kesehatan / Bagian Manajemen Pelayanan Primer berperan sebagai pengawas untuk
memastikan kesesuaian format kegiatan selama kegiatan berlangsung
C. Pelaksanaan
1) Kegiatan
dilaksanakan pada tiap Ibukota Provinsi dan Kota/Kabupaten dengan frekuensi
yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
2) Jenis
kegiatan yang dapat diselenggarakan antara lain: senam sehat, senam
osteoporosis, senam lansia, senam pernafasan, senam diabetisi, dan sebagainya.
3) Tema
penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kantor Pusat (generik) adalah senam
lansia, senam pada hari Diabetes Melitus, senam dalam rangka ulang tahun BPJS
Kesehatan / Pemerintah Provinsi dan Hari Kesehatan Nasional. Untuk senam
program tertentu yang spesifik daerah (muatan lokal) dapat ditentukan
masing-masing.
4) Tempat
penyelenggaraan di dalam atau luar ruang yang tersedia pada instansi, badan
usaha, kantor dinas/pemerintah, lapangan terbuka ataupun pada gelanggang
olahraga di wilayah setempat.
5)
Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah kegiatan.
6) Publikasi
dapat dilakukan untuk mendukung penyebarluasan informasi kegiatan.
D.
Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan memonitor pelaksanaan
kegiatan dengan pengentrian data pada aplikasi pelaporan kegiatan dan membuat
dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Evaluasi kegiatan
dilakukan mereview :
1) Frekuensi
dan jenis kegiatan
2) Jumlah
peserta yang berpartisipasi
3) Materi
edukasi langsung yang disampaikan
Teknik
penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan
elektronik
-Media cetak
Dalam
komunikasi kesehatan, yang dimaksud dengan media cetak menurut Susilowati
(2016) adalah media yang mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari
gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.
Yang
termasuk media cetak di antaranya adalah booklet, leaflet, flyer
(selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik atau tulisan pada surat
kabar atau majalah, poster, tabloid, dan foto yang mengungkapkan informasi
kesehatan.
Media
elektonik
-Media elektonik dalam komunikasi kesehatan adalah
media yang menyediakan cakupan yang sangat luas bagi pesan-pesan komunikasi
kesehatan.
Media elektronik digunakan untuk menyampaikan
informasi kesehatan kepada khalayak luas secara cepat dengan tujuan untuk
menciptakan dan mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Yang
termasuk media elektronik adalah radio, televisi, telegram, short message
service ( SMS ), dan telepon.
Kamis, 07 November 2019
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KLIEN DALAM PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KLIEN DALAM PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN
1. PENGERTIAN KLIEN
2. ORANG-ORANG YANG DISEBUT KLIEN DALAM
ASUHAN KEBIDANAN
Orang-orang
yang disebut pelanggan atau klien dalam pelayanan kebidanan adalah :
1.
Bayi baru lahir
2.
Balita
3.
Remaja putri
4.
WUS ( Wanita Usia Subur )
5.
PUS ( Pasangan Usia Subur )
6.
Pasutri ( pasangan suami istri )
7.
Wanita pada masa pra-menopause, menapouse,
dan pascamenopause
3. TIPE-TIPE PELANGGAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Pelanggan
dalam pelayanan kebidanan dibedakan atas 3 tipe yaitu :
1. Pelanggan yang menerima asuhan: bayi,
balita, remaja putri, ibu.
2. Pelanggan pengguna pelayanan kebidanan.
Secara sederhana pelanggan dalam pelayanan
kebidanan dapat dikelompokkan menjadi dua:
a.
Pelanggan eksternal ( bayi, balita,
remaja, ibu, yang membayar asuhan yang diberikan).
b. Pelanggan internal ( bidan, dokter, dan
tenaga kesehatan lainnya, serta tenaga yang terlibat dalam pemberian asuhan
atau pelayanan secara langsung).
3.
Pelanggan yang membayar pelayanan
kebidanan atas nama klien:
a. Instansi kesehatan berwenang (
jamsostek/askes).
b.
Praktisi umum.
4 LINGKUP/BIDANG KONSELING KEBIDANAN
- Konseling pada anak-anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan dukungan moral dan fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang mereka. Karenanya hubungan anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan, presfektif, aturan dan nilai keluarga.memahami kebutuhan anak, sangat diperlukan dalam membantu menyikap perilaku emosional mereka.
- Konseling pada remaja
Remaja merupakan aset bangsa yang sangat menentukan bagaimana kualitas bangsa dimasa mendatang baik kualitas kepribadian, kesehatan, maupun pendidikannya. Saat ini masalah pendidikan dan kesehatan remaja menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan.Bidan sebagai tenaga kesehatan dan anggota masyarakat, bertanggungjawab terhadap permasalaha yang diadapi remaja. Untuk itu, peranan bidan sebagai konselor akan sangat membantu dalam penangan masalah remaja. Menjadi tugas bidan untuk memberikan bimbingan dan konseling sehingga dapat membantu meningkatkan derajat reproduksi remaja.
Topik
konseling remaja yang dapat diberikan bidan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2.
Seksualitas
3.
Pengenalan organ reproduksi laki-laki dan perempuan
4.
Proses terjadinya kehamilan, kehamilan
yang tidak dikehendaki, dan aborsi yang tidak aman.
5.
IMS dan HIV/AIDS
6.
Isu gender
7.
Narkoba dan zat adiktif
8.
Hubungan dengan pasangan sebelum dan
sesudah menikah
9.
Kekerasan pada remaja
Bidan sebagi konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang
bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1.
Mencegah upaya abortus provokatus
2.
Mendorong ibu ( remaja yang hamil ) untuk
mencari pelayanan kesehatan
3.
Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4.
Mempersiapkan ibu dan keluarga agar
menerima kelahiran bayi
5.
Pada orang tua remaja, mendorong untuk
diresmikannya pernikahan putra putrinya
3 3. Konseling pada ibu atau calon
orangtua
aktivitas konseling calon
orangtua/menjad orangtua membantu pemahan diri untuk menjadi orangtua baik
sebagai ayah maupun sebagai ibu.
4. Konseling masa antenatal atau konseling pada ibu hamil
Konseling pada masa antenatal terutama
ditujukan pada ibu dengan kehamilan pertama,dalam hal ini bidan perlu
menginformasikan beberapa hal:
Perubahan pada trisemester pertama:
1. Perubahan pada fisik pada ibu hamil :
a.
Mual yang dapat disertai muntah
b.
Enggan makan dan mengidam
c.
Perubahan payudara
d.
Keletihan dan rasa mengantuk
e.
Sering berkemih
f.
Rasa perut panas, gangguan pencernaan,
kembung.
2. Perubahan psikologis pada ibu hamil
a.
Merasa tidak nyaman
b.
Muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan,
dan kesedihan
c.
Perasaan tidak menentu yang tidak
diketahui penyebabnya
Perubahan pada trisemester kedua:
1.
Perubahan fisik
a.
Ibu masih merasa letih
b.
Frekuensi sering berkemih mulai berkurang
c.
Berkurangnya mual dan muntah
d.
Kadang-kadang sembelit
e.
Nafsu makan bertambah dll
2.
Perubahan psikologis
a.
Ibu sudah merasa sehat
b.
Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c.
Merasakan pergerakkan janin
d.
Merasa terlepas dari ketidak nyamanan dan
kekhawtiran
Perubahan pada trisemester ketiga:
1. Perubahan fisik
a.
Sesak nafas
b.
Nyeri punggung
c.
Nyeri tekan payudara
d.
Sering berkemih
e.
Konstitasi dll
2. Perubahan psikologis
a. Rasa tidak nyaman timbul lagi, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik
yang timbul pada saat melahirkan
b. Merasa sedih karena akan terpisah dengan
bayinya
c. Merasa kehilangan perhatian
Bidan sebagi konselor dalam konseling pada
ibu hamil harus memperhatikan umur kehamilan dan keadaan ibu pada saat itu.
Pada tahap awal konseling, selalu diadakan hubungan yang mengenakan seperti
pelaksanaan konseling pada umum
5. Konseling pada ibu bersalin ( melahirkan )
Konseling pada ibu melahirkan/pemberian
bantuan pada ibu yang melahirkan dengan kegiatan bimbingan proses melahirkan.
Tujuan aktivitas ini untuk kesejahteraan ibu dan proses kelahiran dapat
berjalan dengan semestinya.
Keberhasilan proses persalinan sampai
terjadi kelahiran bayi ditentukan oleh empat faktor yang mencakup : (1).
Psikis, adalah keberadaan mental dan emosional ibu. (2). Power, merupakan
kekuatan otot-otot uterus dan otot abdomen. (3). Passegeway, terdiri atas
vagina, introitus vagina, dan tulang panggung. (4). Passenger, merupakan hasil
konsepsi, janin, plasenta, dan cairan amnion yang memberi pengaruh terhadap
persalinan.
Konseling pada ibu bersalin dapat dibagi
menjadi beberapa tahap yaitu tahap 1, tahap 2, tahap 3, tahap 4.
Bantuan konseling pada ibu nifas, meliputi : adaptasi pada masa nifas, teknik menyusui dan perawatan payudara atau manajemen laktasi. Pemahaman klien terhadap keadaan pada dirinyaperlu memperoleh batuan, adanya perasaan nyerisetelah bersalin, engorgement, proses involusi, proses lokhea, laktasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan dengan rawat gabung (rooming in) yang artinya pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayainya.
7. Konseling keluarga berencana
konseling merupakan aspek yang
sangat penting dalam pelayanan kb. Dengan melakukan konseling, berarti petugas
membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan
digunakan sesuai dengan pilihan. Disamping itu dapat membuat klien merasa lebih
puas. Konseling yang baik juga akan membantu klien dalam menggunakan
kontrasepsi yang lebih lama dan meningkatkan keberhasilan kb. Konseling juga
dapat mempengaruhi intraksi antara petugas dan klien dengan cara meningkatkan
kebutuhan dan kepercayaan yang sudah ada. Namun sering kali konseling diabaikan
dan tidak dilaksanakan dengan baik, karna petugas tidak memepunyai waktu dan
mereka tidak mengetahui bahwa dengan koseling klien akan lebih mudah mengetahui
nasihat. Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek
pelayanan kb dan bukan hanya informasi
yang dibicarakan dan diberikan pada satu kesempatan yakni pada saat pemberian
pelayanan. 1. Hal-hal yang dibutuhkan utntuk melakukan konseling KB yang baik terutama bagi calon klien KB baru:
a. Perlakukan klien yang baik
b. Intraksi antara petugas dan klien
c. Memberikan informasi yang baik terhadap klien
d. Hindarin pemberian informasi yang berlebihan
e. Tersedianya metode yang diingankan klien
f. Membantu klien untuk mengerti dan mengingat
2. Langkah langkah konseling KB
2. Langkah langkah konseling KB (SATU TUJU)
Kata kunci SATU TUJU adalah:
SA: Berikan salam kepada klien secara terbuka
dan sopan.
T: Tanyakan kepada klien informasi tentang
dirinya
U: Uraikan kepada klien mengenai pilihannya
dan beritahu apa pilihan reproduksi
yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa jenis kontrasepsi.
TU: Bantulah klien menentukan pilihannya
J: Jelaskan secara lengkap bagaimana
menggunakan kontrasepsi pilihannya.
U: Perlunya dilakukan kunjungan ulang
8. Konseling genetik
Konseling genetik pada hakikatnya akan
menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kelainan pada suatu keluarga, serta
memberikan gambaran dan dapat memperkirakan terulangnya suatu kelainan didalam
keluarga yang sama.
Fungsi konseling genetik:
1.
Funsi preventif tingkat I, iyalah
memberikan informasi tentang berbagai faktor genetik yang mungkin ada.
2.
Fungsi preventif tingkat II, ialah
mengadakan deteksi pasangan calon suami istri yang berkaitan dengan masalah
genetik, baik dalam masa pra konsepsi maupun pra kelahiran.
3.
Fungsi preventif tingkat III, memberikan
informasi tentang langka-langka dalam pengambilan keputusan orang tua yang
memiliki anak dengan kelainan.
Cara pelaksanaan konseling genetik:
a.
Mengdakan anamnesis untuk mengali masalah
yang berkaitan dengan keturunan dan menyusun pedegre (genogram).
b.
Mengajak pasangan untuk memahami
kemungkinan terjadinya kelainan genetik atau kelainan herediter.
c.
Mencari jalan keluar bersama klien dengan
pasangannya dan memberikan alternatif jalan keluar.
d.
Mendorong klien dan pasangannya untuk
mengambil keputusan secara cepat.
e.
Mambantu klien untuk melaksanakan jalan
keluar yang sudah dipilih.
9. Konseling menopause
Wanita yang mengalami monopous dini
memiliki gejala yang sama dengan monopous pada umumnya seperti hot flashes
(perasaan hangat diseluruh tubuh yang terutama terasa pada dada dan kepala),
gangguan emosi, kekeringan pada vagina, dan menurunnya keingina berhubungan
seksual.
Gejala meno dan primenopouse
1.
Gejala jangka pendek : vaso motorik: hot
flashes, gangguan tidur, palpitasi, sakit kepala.
Perubahan psikis/gejala psikologis
Kejadian defenisi ini juga dijumpai pada
laki-laki. Stres sosial juga dapat mempengaruhi persaan sejahtera seorang
wanita disekitar masa menopouse dan mungkin berhubungan dengan
kejadian-kejadian:
a.
Kematian atau sakitnya orang tua.
b.
Perpisahan atau ketidak harmonisan
perkawinan.
c.
Kurangnya kepuasan pada pekerjaan
d.
Penambahan berat badan dan kegemukan.
2.
Gejalah menegah, berubah: pemenurunnya
keingina berhubungan seksual, kekeringan pada vagina, urogenital, ovarium,
uterus, servik, vulva, organ lain: rambut, kulit, mulut dan hidung, mata otot
dan sendi, saluran pernapasan payudara.
3.
Gejala jangkaa panjang: osteoporosis,
penyakit cardiovascular
10. Konseling tentang kekerasan
Perbedaan gender merupakan faktor pemicu
terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan (KTP)
adalah setiap tindakan yang berakibat kesensaraan atau penderitaan pada
perempuan baik secara fisik, seksual, atau psikologis, termasuk pemaksaan atau
perampasan secara sewenang-wenang baik yang terjadi didepan umum atau dalam
lingkungan kehidupan pribadi. Seringkali kekerasan terhadap perempuan terjadi
karena adanya ketimpangan atau ketidak adilan gender.
Hak istimewah yang dimiliki laki-laki ini
seolah-olah menjadikan perempuan sebagai barang milik laki-laki yang berhak
untuk diperlakukan semena-mena, termasuk dengan cara kekerasan, perempuan pun
berhak memperoleh perlindungan hak asasi manusia.
Kekerasan perempuan dapat terjadi dalam
bentuk kekerasan fisik, noon fisik, serta psikologis atau jiwa. Kekerasan fisik
adalah tindakan yang bertujuan untuk melukai, menyiksa, menganiaya orang lain.
Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh pelaku atau
dengan benda lain.
Kekerasan nonfisik adalah tindakan yang
bertujuan merendahkan citra atau kepercayaan diri seseorang perempuan, baik
melalui kata-kata maupun melalui perbuatan yang tidak disukai oleh korbannya.
5. STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Melakukan
strategi membantu klien dalam pengambilan keputusan:
Setiap
keputusan yang bersifat kompleks, terdapat banyak faktor dan persasaan
Tercakup
didalamnya.
1. Ada 4 strategi yang dapat membantu klien
membuat keputusan:
a. Membantu klien meninjau kemungkinan
pilihannya
b.
Membantu klien dalam mempertimbangkan
keputusan pilihan
c. Membantu klien mengevaluasi pilihan
d.
Membantu klien menyusun rencana kerja
2. 3 K dalam pembuatan keputusan yang baik
a. Langkah pertama
Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien
b. Langkah kedua
Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan
c.
Langkah ketiga
Untuk setiap pilihan buatlah daftar konsekuensinya baik yang positif maupun
yang negatifnya
3. Tahapan ini merupakan inti dari proses
konseling
a.
Konselor membantu klien memahami
permasalahnnya
b.
Konselor membantu memberikan alternatif
pemecahan masalah
c.
Konselor membantu klien memilih alternatif
pemecahan masalah dengan segala konsekuensinya.
6. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Didasarkan pada rasa yang dialami tubuh,seperti: rasa sakit, tidak nyaman, atau nikmat. Ada kecenderungan menghadirkan tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang; atau sebaliknya memilih tingkahlaku yang meberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada situasi secara subjektif.
3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan. Orang-orang mendapatkan informasi, memahmi situasi dan berbagai konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakannya. Seorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuan dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan-jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik, lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
7. TIPE-TIPE/JENIS-JENIS
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
2. Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya; langsung diputuskan, karena keputusan tersebut diraakan paling tepat.
3. Pengambilan keputusan yang terpaksa,karna segera dilaksanakan.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-gesa.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang bertanggungjawab.
6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati: dipikirkan baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan.
Tegaskan bahwa bidan bertujuan membantu klien dengan berhati-hati, bijaksana,serta mengambil keputusan yang didasarkan pada pengetahuan, fakta dan juga mempertimbangkan semua pilihan.
Pemberian informasi dilakukan setelah mendengarkan dengan aktif masalah
klien dan pertanyaan klien tentang informasi. Konseling bukan proses pemberian
informasi, tetapi dalam proses konseling mengandung unsur-unsur pemberian
informasi konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan
klien dan informasi yang diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan klien.
Pemberian informasi efektif, bila :
1.
Informasi yang diberikan spesifik, dapat
membantu klien dalam mebuat keputusan
2.
Informasi disesuaikan dengan situasi
klien, dan mudah dimengerti
3.
Diberikan dengan memperhatikan hal-hal
berikut:
a.
Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting
yang perlu diingat klien )
b.
Menggunakan bahasa sederhana
c.
Gunakan alat bantu visual sewaktu
menjelaskan
d.
Memberikan kesempatan klien bertanya dan
minta klien mengulang hal-hal penting yang perlu diingat .
9. UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIEN
Tiap individu harus paham akan dirinya.
Dengan pemahaman terhadap diri maka kita akan bisa mengatasi
kesulitan-kesulitan yang terjadi saat komunikasi yang berasal dari komunikator
atau bidan sendiri. Adapun untuk memperlancar komunikasi/konseling persiapan
materi, bahan, alat yang bisa mempermudah penerimaan klien terhadap apa yang
akan kita sampaikan perlu dipersiapkan sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus
menguasai ilmu komunikasi sehingga dapat melakukan konseling dengan baik pada
semua klien dengan bermacam karakter dan keterbatasan mereka.
9
Langganan:
Komentar (Atom)